Duta
Besar Turki untuk Indonesia, Zekeriya Akçam,mengajak warga negara
Indonesia (WNI) untuk menuntut ilmu ke negerinya. Pemerintah Turki
setiap tahunnya memberikan kesempatan kepada lebih dari 100 siswa asal
Indonesia untuk kuliah di Turki melalui program beasiswa.
Beasiswa
ini mencakup semua biaya, termasuk kuliah, uang saku bulanan,
akomodasi, hingga tunjangan kesehatan. Demikian kata Zekeriya, ketika
ditemuiVIVAnews pada Selasa malam di Ballroom Hotel Shangri-La dalam
perayaan hari jadi ke-90 Turki.
"Kami memberikan lebih
dari 100 beasiswa bagi WNI supaya mereka bisa belajar di Turki. Beasiswa
ini tersedia untuk berbagai jenjang pendidikan, yakni sarjana dan pasca
sarjana," kata dia.
Menurut informasi dari laman
Pemerintah Turki, besaran uang saku per bulan yang diterima yakni 500
lira Turki atau setara Rp2,7 juta untuk program diploma dan sarjana, 750
lira Turki atau Rp4,1 juta dan 1.000 lira Turki atau Rp5,5 juta.
Beasiswa
ini mencakup semua biaya, termasuk kuliah, uang saku bulanan,
akomodasi, hingga tunjangan kesehatan. Demikian kata Zekeriya, ketika
ditemuiVIVAnews pada Selasa malam di Ballroom Hotel Shangri-La dalam
perayaan hari jadi ke-90 Turki.
"Kami memberikan lebih
dari 100 beasiswa bagi WNI supaya mereka bisa belajar di Turki. Beasiswa
ini tersedia untuk berbagai jenjang pendidikan, yakni sarjana dan pasca
sarjana," kata dia.
Menurut informasi dari laman
Pemerintah Turki, besaran uang saku per bulan yang diterima yakni 500
lira Turki atau setara Rp2,7 juta untuk program diploma dan sarjana, 750
lira Turki atau Rp4,1 juta dan 1.000 lira Turki atau Rp5,5 juta.
"Kami
memberikan lebih dari 100 beasiswa bagi WNI supaya mereka bisa belajar
di Turki. Beasiswa ini tersedia untuk berbagai jenjang pendidikan, yakni
sarjana dan pasca sarjana," kata dia.
Menurut
informasi dari laman Pemerintah Turki, besaran uang saku per bulan yang
diterima yakni 500 lira Turki atau setara Rp2,7 juta untuk program
diploma dan sarjana, 750 lira Turki atau Rp4,1 juta dan 1.000 lira Turki
atau Rp5,5 juta.
Menurut informasi dari laman
Pemerintah Turki, besaran uang saku per bulan yang diterima yakni 500
lira Turki atau setara Rp2,7 juta untuk program diploma dan sarjana, 750
lira Turki atau Rp4,1 juta dan 1.000 lira Turki atau Rp5,5 juta.
Ditanya
VIVAnews soal perlunya penguasaan Bahasa Turki untuk meraih beasiswa
itu, Zekeriya, menyebut hal itu tidak perlu. "Bahasa Turki akan Anda
pelajari selama setahun nanti di sana, usai dinyatakan lolos," kata
Akçam.
Tenggat waktu untuk pengajuan beasiswa pada
tahun selanjutnya, menurut Zekeriya, ada pada bulan Maret dan Mei 2014.
Dia menjamin, semua pelajar asing yang berkuliah di Turki akan merasa
aman.
Bahkan, unjuk rasa besar-besaran yang sempat
mencuat di Istanbul karena menentang penebangan pohon-pohon di Taman
Gezi, dianggap sebagai isu yang dilebih-lebihkan oleh banyak media.
"Peristiwa
kemarin hanya terjadi di area seluas 500 meter. Tidak semua warga Turki
khawatir soal kerusuhan itu. Demonstrasi kemarin awalnya bermula dari
niat penebangan dua atau tiga pohon saja, namun tiba-tiba para pengunjuk
rasa memanfaatkan isu itu untuk menuntut hal lain," paparnya.
Saat
ini, Akçam melanjutkan, kondisi di Turki dalam keadaan aman. Sementara
itu, ketika ditanya soal jumlah siswa Turki di Indonesia, dia mengaku
masih sangat sedikit.
"Kami hanya memiliki satu siswa
asal Turki di sini. Itu pun karena dia memperoleh beasiswa budaya dari
Pemerintah Indonesia," ujarnya.
Mahasiswa Turki itu
tengah berkuliah di Bandung. Ditanya penyebab sedikitnya jumlah pelajar
asal Turki yang datang ke Tanah Air, Akçam
menyebut kesempatan yang diberikan Pemerintah Indonesia bagi pemuda Turki belajar di sini masih sedikit.
"Tapi,
kedua pemerintahan sudah menandatangani kesepakatan di bidang
pendidikan, sehingga kami berharap jumlahnya pada tahun-tahun mendatang
akan terus meningkat," kata Akçam. (art)
Ditanya
VIVAnews soal perlunya penguasaan Bahasa Turki untuk meraih beasiswa
itu, Zekeriya, menyebut hal itu tidak perlu. "Bahasa Turki akan Anda
pelajari selama setahun nanti di sana, usai dinyatakan lolos," kata
Akçam.
Tenggat waktu untuk pengajuan beasiswa pada
tahun selanjutnya, menurut Zekeriya, ada pada bulan Maret dan Mei 2014.
Dia menjamin, semua pelajar asing yang berkuliah di Turki akan merasa
aman.
Bahkan, unjuk rasa besar-besaran yang sempat
mencuat di Istanbul karena menentang penebangan pohon-pohon di Taman
Gezi, dianggap sebagai isu yang dilebih-lebihkan oleh banyak media.
"Peristiwa
kemarin hanya terjadi di area seluas 500 meter. Tidak semua warga Turki
khawatir soal kerusuhan itu. Demonstrasi kemarin awalnya bermula dari
niat penebangan dua atau tiga pohon saja, namun tiba-tiba para pengunjuk
rasa memanfaatkan isu itu untuk menuntut hal lain," paparnya.
Saat
ini, Akçam melanjutkan, kondisi di Turki dalam keadaan aman. Sementara
itu, ketika ditanya soal jumlah siswa Turki di Indonesia, dia mengaku
masih sangat sedikit.
"Kami hanya memiliki satu siswa
asal Turki di sini. Itu pun karena dia memperoleh beasiswa budaya dari
Pemerintah Indonesia," ujarnya.
Mahasiswa Turki itu
tengah berkuliah di Bandung. Ditanya penyebab sedikitnya jumlah pelajar
asal Turki yang datang ke Tanah Air, Akçam
menyebut kesempatan yang diberikan Pemerintah Indonesia bagi pemuda Turki belajar di sini masih sedikit.
"Tapi,
kedua pemerintahan sudah menandatangani kesepakatan di bidang
pendidikan, sehingga kami berharap jumlahnya pada tahun-tahun mendatang
akan terus meningkat," kata Akçam. (art)
Tenggat waktu
untuk pengajuan beasiswa pada tahun selanjutnya, menurut Zekeriya, ada
pada bulan Maret dan Mei 2014. Dia menjamin, semua pelajar asing yang
berkuliah di Turki akan merasa aman.
Bahkan, unjuk rasa
besar-besaran yang sempat mencuat di Istanbul karena menentang
penebangan pohon-pohon di Taman Gezi, dianggap sebagai isu yang
dilebih-lebihkan oleh banyak media.
"Peristiwa kemarin
hanya terjadi di area seluas 500 meter. Tidak semua warga Turki khawatir
soal kerusuhan itu. Demonstrasi kemarin awalnya bermula dari niat
penebangan dua atau tiga pohon saja, namun tiba-tiba para pengunjuk rasa
memanfaatkan isu itu untuk menuntut hal lain," paparnya.
Saat
ini, Akçam melanjutkan, kondisi di Turki dalam keadaan aman. Sementara
itu, ketika ditanya soal jumlah siswa Turki di Indonesia, dia mengaku
masih sangat sedikit.
"Kami hanya memiliki satu siswa
asal Turki di sini. Itu pun karena dia memperoleh beasiswa budaya dari
Pemerintah Indonesia," ujarnya.
Mahasiswa Turki itu
tengah berkuliah di Bandung. Ditanya penyebab sedikitnya jumlah pelajar
asal Turki yang datang ke Tanah Air, Akçam
menyebut kesempatan yang diberikan Pemerintah Indonesia bagi pemuda Turki belajar di sini masih sedikit.
"Tapi,
kedua pemerintahan sudah menandatangani kesepakatan di bidang
pendidikan, sehingga kami berharap jumlahnya pada tahun-tahun mendatang
akan terus meningkat," kata Akçam. (art)
Bahkan, unjuk
rasa besar-besaran yang sempat mencuat di Istanbul karena menentang
penebangan pohon-pohon di Taman Gezi, dianggap sebagai isu yang
dilebih-lebihkan oleh banyak media.
"Peristiwa kemarin
hanya terjadi di area seluas 500 meter. Tidak semua warga Turki khawatir
soal kerusuhan itu. Demonstrasi kemarin awalnya bermula dari niat
penebangan dua atau tiga pohon saja, namun tiba-tiba para pengunjuk rasa
memanfaatkan isu itu untuk menuntut hal lain," paparnya.
Saat
ini, Akçam melanjutkan, kondisi di Turki dalam keadaan aman. Sementara
itu, ketika ditanya soal jumlah siswa Turki di Indonesia, dia mengaku
masih sangat sedikit.
"Kami hanya memiliki satu siswa
asal Turki di sini. Itu pun karena dia memperoleh beasiswa budaya dari
Pemerintah Indonesia," ujarnya.
Mahasiswa Turki itu
tengah berkuliah di Bandung. Ditanya penyebab sedikitnya jumlah pelajar
asal Turki yang datang ke Tanah Air, Akçam
menyebut kesempatan yang diberikan Pemerintah Indonesia bagi pemuda Turki belajar di sini masih sedikit.
"Tapi,
kedua pemerintahan sudah menandatangani kesepakatan di bidang
pendidikan, sehingga kami berharap jumlahnya pada tahun-tahun mendatang
akan terus meningkat," kata Akçam. (art)
"Peristiwa
kemarin hanya terjadi di area seluas 500 meter. Tidak semua warga Turki
khawatir soal kerusuhan itu. Demonstrasi kemarin awalnya bermula dari
niat penebangan dua atau tiga pohon saja, namun tiba-tiba para pengunjuk
rasa memanfaatkan isu itu untuk menuntut hal lain," paparnya.
Saat
ini, Akçam melanjutkan, kondisi di Turki dalam keadaan aman. Sementara
itu, ketika ditanya soal jumlah siswa Turki di Indonesia, dia mengaku
masih sangat sedikit.
"Kami hanya memiliki satu siswa
asal Turki di sini. Itu pun karena dia memperoleh beasiswa budaya dari
Pemerintah Indonesia," ujarnya.
Mahasiswa Turki itu
tengah berkuliah di Bandung. Ditanya penyebab sedikitnya jumlah pelajar
asal Turki yang datang ke Tanah Air, Akçam
menyebut kesempatan yang diberikan Pemerintah Indonesia bagi pemuda Turki belajar di sini masih sedikit.
"Tapi,
kedua pemerintahan sudah menandatangani kesepakatan di bidang
pendidikan, sehingga kami berharap jumlahnya pada tahun-tahun mendatang
akan terus meningkat," kata Akçam. (art)
Saat ini,
Akçam melanjutkan, kondisi di Turki dalam keadaan aman. Sementara itu,
ketika ditanya soal jumlah siswa Turki di Indonesia, dia mengaku masih
sangat sedikit.
"Kami hanya memiliki satu siswa asal
Turki di sini. Itu pun karena dia memperoleh beasiswa budaya dari
Pemerintah Indonesia," ujarnya.
Mahasiswa Turki itu
tengah berkuliah di Bandung. Ditanya penyebab sedikitnya jumlah pelajar
asal Turki yang datang ke Tanah Air, Akçam
menyebut kesempatan yang diberikan Pemerintah Indonesia bagi pemuda Turki belajar di sini masih sedikit.
"Tapi,
kedua pemerintahan sudah menandatangani kesepakatan di bidang
pendidikan, sehingga kami berharap jumlahnya pada tahun-tahun mendatang
akan terus meningkat," kata Akçam. (art)
"Kami hanya
memiliki satu siswa asal Turki di sini. Itu pun karena dia memperoleh
beasiswa budaya dari Pemerintah Indonesia," ujarnya.
Mahasiswa
Turki itu tengah berkuliah di Bandung. Ditanya penyebab sedikitnya
jumlah pelajar asal Turki yang datang ke Tanah Air, Akçam
menyebut kesempatan yang diberikan Pemerintah Indonesia bagi pemuda Turki belajar di sini masih sedikit.
"Tapi,
kedua pemerintahan sudah menandatangani kesepakatan di bidang
pendidikan, sehingga kami berharap jumlahnya pada tahun-tahun mendatang
akan terus meningkat," kata Akçam. (art)
Mahasiswa
Turki itu tengah berkuliah di Bandung. Ditanya penyebab sedikitnya
jumlah pelajar asal Turki yang datang ke Tanah Air, Akçam
menyebut kesempatan yang diberikan Pemerintah Indonesia bagi pemuda Turki belajar di sini masih sedikit.
"Tapi,
kedua pemerintahan sudah menandatangani kesepakatan di bidang
pendidikan, sehingga kami berharap jumlahnya pada tahun-tahun mendatang
akan terus meningkat," kata Akçam. (art)
"Tapi, kedua
pemerintahan sudah menandatangani kesepakatan di bidang pendidikan,
sehingga kami berharap jumlahnya pada tahun-tahun mendatang akan terus
meningkat," kata Akçam. (art)
Duta Besar Turki untuk Indonesia, Zekeriya Akçam,
Sementara
itu, untuk biaya akomodasi, setiap mahasiswa dapat tinggal di asrama
yang disediakan oleh kampus mereka secara gratis. Namun, apabila mereka
ingin tinggal di luar asrama, biaya itu harus ditanggung pribadi.
*sumber:http://m.news.viva.co.id/news/read/454904-turki-tawarkan-kuliah-gratis-bagi-mahasiswa-indonesia
Kamis, 21 November 2013
Turki Tawarkan Kuliah Gratis bagi Mahasiswa Indonesia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)











0 komentar:
Posting Komentar